Jakarta Up Cover, Kasus Pertama : Sungai Item







Ada sebagean masyarakat di Indonesia, khususnya kaum urban yang karakteristiknya menyukai sekali tampilan pembangunan cepat dengan ciri ciri kota moderen, semuanya artistik futures, kulitnya saja yang maju namun tidak memiliki pondasi building agreement memadahi, apalagi ditopang oleh kemampuan penduduk setempat menikmati fasilitas publik itu.
  
Namun, ada sebagean lagi yang elitnya, maaf pembuat kebijakannya hanya fokus pada manusianya, entah itu pembangun mental, moral, keberagaman, budaya dan sebagainya, jauh dari hiruk pikuk kebutuhan pasar bebas, yang biasanya menjadi ciri kota metropolitan, sehingga awalnya ingin menitik beratkan pada potensi lokal, tapi karena minimnya informasi tentang bagaimana menyesuaikan material dan ornamen building nya kepada ragam heritage landscape di kota kota besar seperti Jakarta, tentu yang terjadi adalah ˋkagok´ ornamen sekunder. 

Contohnya adalah kita kagok saat membandingkan kota kota budaya yang sudah tertata rapi  dengan bangunan yang khas, diikuti dengan pedagang kaki lima disamping samping bangunan tua khas jogja, tak mengganggu mata memandang, akan diterapkan di kota jakarta dengan ramai disekelilingnya bangunan pencakar langit.

Kita kagok, saat sungai sungai kotor di Jakarta, tak bisa tertangani secepat gelaran internasional ASEAN GAMES akan dimulai, tak melulu kita bisa menyalahkan gubernur saat ini atau yang lalu, karena yang terjadi saat ini adalah hasil dari pembangunan infrastruktur yang tidak jelas dan salah secara teknis.

Yang kita butuhkan bukan sekedar mencaci, namun selayaknya orang yang tidak mengerti harus kita kasih tau, kalau cara cara pembangunan dicampur dengan ambisi jualan politik, sampai kapanpun negeri ini akan kacau dalam tata kelola politik. 

Pada umumnya sungai itu mengalir, meskipun debit air sangat kecil, melihat posisi sungai item yang sangat dangkal dan lebar yang tidak lebih dari 20 meter, atau mengalami penyempitan. Bisa karena pelebaran jalan, pembangunan gedung gedung disisi sisinya, maka hal ini bisa kita maklumi bila debit sungai naik, sulit sekali untuk melakukan pembendungan seperti yang terjadi pada beberapa pantai di pantai utara juga seperti Pekalongan.

Air yang susah mengalir akan menimbulkan banyak problem antara lain adalah bau air yg tak sedap, bau air sungai yang tak sedap bisa disebabkan oleh Karena air dari sumbernya memang mengandung bahan-bahan atau unsur yang menyebabkan air sungai itu berbau. Hal ini bisa dikarenakan oleh beberapa hal antara lain adalah kandungan logam besi ( Fe ) yang tinggi pada air, ini akan mengeluarkan bau seperti amis. Kondisi air bersifat fisik ini atau fisical problem of water biasanya akan bersifat permanen. Kecuali jika kandungan Fe didalamnya yang menyebabkan bau amis tersebut telah habis. 

Oleh karena itu air item perlu kita analisis di laboratorium apa aja komposisi mineral maupun bakterinya, sehingga penanganan penghilangan bau bisa tepat, disamping kandungan Fe, air sungai yang tercemar juga menimbulkan bau yang tak sedap karena disebabkan oleh banyaknya timbunan sisa makanan atau limbah keluarga, maupun limbah industri, atau sungai yang dekat dengan tempat tempat industri.
 
Oleh karena itu biasanya kalau di Eropa tempat industri diletakkan sangat jauh dengan pemukiman, apalagi pemukiman padat. Air juga akan menjadi bau apabila ditutup, ditutup apapun sehingga sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. 
 
Jumlah air aquifer bakteriologis disungai bisa diakibatkan pula oleh kapasitas karbon dioksida yang tinggi atau klorin yang tinggi, konkritnya biasanya bila kita mau memudahkan solusi dengan cepat membuang bau yang tak sedap air sungai kalau tidak bisa meluaskan area sungai yang ideal, bisa dengan membuat konstruksi posisi di sumber air masuk jauh lebih tinggi, sehingga air bisa mengalir lebih cepat. 
 
Air yang mengalir lebih cepat akan mengobati beberapa penyakit air yang disebabkan oleh bakteri. Pembangunan beton bersih cukup dengan split one konstruksi dimana kontaminasi air itu ada, jangan mengeruknya dulu, sehatkan dulu aliran airnya.

Pembangunan slinder pada kedalaman diameter debit sungai bisa di distribusi sistemnya melalui pengeboran, melalui peralatan tertentu yang digali dan digunakan filter untuk menyaring formasi aliran ditambahkan kerikil untuk menambah gravitasi tanah.

Nanti kesehatan infiltrasi sungai tidak akan kehilangan tekanan kuantitas air melalui reservoir pasokan air yang masuk dan keluar di area area yang lebih keruh. Biasanya turbin bisa digunakan untuk memompa air agar kekeruhan berkurang sedikit demi sedikit, karena katup tingkat air pada sistem bantalan air cukup memberi oksigen untuk turut menyehatkan air dari penyakit bau.
 
Membuat arus air buatan pada sungai juga bisa direkayasa, sehingga air mengalir dengan baik, disamping yang sudah saya sampaikan, contoh membuat arus sungai dapat kita lihat sebagaimana dua gambar dibawah ini.

Pertama kita bisa membuat sebuah lubang di sungai yang memungkinkan munculnya gelombang seperti goncangan yang bergerak ke hulu, dan itu bisa terjadi karena adanya pasang surut di permukaan laut yang terbuka di mulut sungai atau batas laut ke pintu pintu kecil aliran sungai.

Itu bisa dimungkinkan juga bila jarak sungai dengan Dam atau bendungan mencukupi, Di Inggris contohnya yang paling terkenal adalah sungai Severn bore, sungai itu memiliki kisaran pasang surut yang cukup tinggi di muara Severn. Atau kalau di Indonesia ada sungai bono kampar di Riau.

Jumlah debit air sungai cukup besar yang datang untuk bisa membuat satu lubang yang direkayasa, di beberapa pantai sungai di Jakarta, disamping bisa dipakai untuk sarana rekreasi yang menarik seperti seluncur. 
 
Cara membuatnya adalah bangun dinding air sekitar satu meter tingginya yang bisa memajukan sungai dengan kecepatan sekitar empat hingga lima meter per detik. Sehingga terkesan seperti gelombang gelombang, saya menyebutnya polisi tidur sungai buatan. Rentang pasang surut harus sangat besar, dan ini dapat disebabkan oleh resonansi pasang surut yang ada di muara.

Selain itu, sungai harus dibuat semakin menyempit ke arah menjauh dari muara. Menyempit kemudian membesar lagi sebagaimana gambar di bawah, seperti pusaran, secara dramatis air sungai mengalir kembali ke hulu, sehingga muara bertindak seperti corong.  

Dengan demikian maka aliran semakin deras karena gelombang terbentuk, dan tingkat air yang awalnya kecil dan tenang bisa meningkat pesat di muara yang menyebabkan aliran air hulu besar, dan ini yang saya maksud bisa menyehatkan air sungai yang sudah terlanjur rusak parah karena polusi, namun jangan lupa setelah itu kita harus membuat instalasi instalasi pembuangan limbah setiyong, agar tidak lembali mencemari sungai item. 

Pembuatan polisi tidur sungai dengan efek corong yang cukup besar, serta gelombang kejut akan terbentuk. Dan jumlah gelombang bisa dihitung secara matematis dengan jumlah kecepatan 2ft :S, untuk menunjukkan geometri sungai serta besarnya lubang dan Kecuraman hole atau lubang tergantung pada tinggi rendahnya polisi tidur sungai, biasanya sikitar satu meter atau kalau di luar negeri bisa juga sampai 9 hingga 15 meteran dengan fluktuasi mencapai 12 jam per detik.


      






Comments

Popular Posts